Wasekjen MUI : Kasus Covid-19 Banyak Pimpinan Pesantren Wafat

Ilustrasi

JAKARTA - Hingga hari ini dunia terutama Indonesia masih dibayang-bayangi penyakit menular yang disebabkan oleh Covid-19. Umat manusia merasa khawatir terinfeksi virus corona jenis baru penyebab Covid-19.

Penyebaran secara tidak terkendali varian baru Covid-19 Delta di hampir seluruh daerah di Indonesia menyebabkan tingginya kasus baru dan banyaknya korban meninggal dunia, terutama para pemuka agama yakni Kiai dan bu Nyai yang mencapai ratusan.

Mengingat Indonesia saat ini berperang, berjuang melawan penyakit pernapasan yang disebabkan oleh Covid-19 guna untuk melindungi rakyatnya dari varian baru Covid-19 Delta, maka Majelis Ulama Indonesia (MUI) melalui Wasekjen MUI, Abdul Ghaffar Rozin mengajak masyarakat terutama pengasuh atau pimpinan pesantren dan santrinya tetap disiplin menjalankan Kesehatan (Prokes) dan waspada.

Wasekjen MUI, Abdul Ghaffar Rozin mengatakan, kasus Covid-19 banyak menyerang pimpinan pesantren di Madura, Kudus, Pati, Demak, hingga Jepara total 584 kiai dan ulama.

"Peningkatan penularan yang sangat signifikan terhadap para kiai dan pengasuh pesantren terutama di seluruh wilayah Madura dan wilayah lain seperti Jawa Tengah utara seperti Pati, Kudus, Demak, Jepara, dan daerah lainnya secara merata," kata Gus Rozin yang juga Ketua Rabithah Ma'ahid Islamiyah (RMI) Nahdlatul Ulama, Senin (5/7/2021).

Menurut Wasekjen MUI, berdasarkan data dari RMI hingga 4 Juli 2021, sebanyak 584 kiai yang wafat di tengah pandemi Covid - 19.

"pondok pesantren yang pendidikannya berada di dalam kompleks agar memperketat protokol kesehatan," ujarnya. (wahyu)

Berita Terkait