UPTD Puskesmas Jrangoan Menggelar Lokakarya Mini Lintas Sektor Bidang Kesehatan

SAMPANG - UPTD Puskesmas Jrangoan  menggelar Lokakarya Mini Lintas Sektor bersama yang bertujuan mengidentifikasi permasalahan terkait kesehatan di lingkungan masyarakat Kegiatan itu dilaksanakan di Ruang Aula  Pertemuan puskesmas Jrangoan, Rabu (22/6/2022).

Kepala Puskesmas Jrangon Dr. Nora Febrina, mengatakan, Pertemua ini mensosialisasikan tentang rawat inap, IGD dan Bersalin buka 24 jam serta beberapa pelayanan diantara :

1. Persalinan di faskes TK satu (Puskesmas) 

2. Penanganan stunting

3. Menjadikan posyandu balita dan lansia menjadi paripurna mandiri

4. Dukungan semua pihak menghadapi Re-Akreditasi puskesma jrangoan maka kegiatan ini rutin dilakukan untuk mengetahui apa saja kendala kesehatan di lapangan serta solusinya, dengan cara diskusi dengan lintas sektor.

"Kegiatan ini diadakan supaya program-program yang nantinya dilaksanakan Puskesmas jrangoan bisa dikolaborasikan dengan program di Forkopimcam dan pemerintah desa, sehingga kita di sini untuk melihat kinerja kawan-kawan puskesmas, meskipun kalau melihat data yang mereka sampaikan sejauh ini dalam kategori baik. Tapi memang dalam program pelayanan kesehatan ini butuh kerja sama semua pihak, bukan hanya puskesmas saja. Bersinergisitas," ujarnya.

Nora menjelaskan, ada berbagai masalah kesehatan di berbagai desa yang didiskusikan dalam kegiatan tersebut. Di antaranya mengenai harus ditingkatkannya edukasi masyarakat tentang pencegahan DBD dan diabetes. Kedua penyakit itu harus terus dilakukan edukasi kepada masyarakat sebab tiap tahunnya selalu ada warga yang terpapar serta imunisasi Bias dan Bian serta program program lainnya.

"Kita berusaha mendorong dan membantu supaya bisa menekan penyebaran penyakit tersebut. Melalui forum inilah wujud dorongan itu dilakukan," terangnya.

Selain itu, lanjut Nora, pihaknya melalui Loka Karya ini ada beberapa 12 indikator capaian standar pelayanan minimal di bidang kesehatan. Dua di antaranya yaitu terkait penyakit tidak menular seperti hipertensi dan Diabetes Melitus (DM).

"Yang perlu kita tekankan yang sangat belum tercapai itu, salah satunya adalah masalah usia produktif melakukan skrining kesehatan itu masih sangat rendah. Ini terkait juga nanti dengan masalah penyakit tidak menular yaitu hipertensi dan DM, penyakit-penyakit ini termasuk penyakit terbanyak, baik di beberapa wilayah kerja Puskesmas jrangon ataupun di Indonesia secara umum, yang menyebabkan angka kematian cukup tinggi," ujarnya.

Pihaknya berharap untuk membantu mensukseskan program program puskesmas jrangoan kedepannya maka diperlukan kerja sama seluruh pihak, seperti keterlibatan pemerintah desa, tokoh masyarakat, atau pun masyarakat itu sendiri.

"Kami di puskesmas, tidak bisa kami saja yang bergerak, kami ingin mengajak lintas sektor, masyarakat, TNI/Polri, desa, dan seluruh kader ataupun tokoh masyarakat, supaya mengajak warga," harapnya. (hari)