Tolak RUU Penyiaran, Wartawan Lamongan Sampaikan Tiga Tuntutan

LAMONGAN - Puluhan wartawan yang tergabung dalam Aliansi Jurnalis Lamongan yakni Ikatan Jurnalis Televisi (IJTI), Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dan Persatuan Foto Indonesia (PFI) melakukan aksi turun ke jalan menolak pembahasan RUU Penyiaran.

Uniknya, aksi digelar demi menyuarakan penolakan terhadap pembahasan mengenai Revisi Undang-Undang Penyiaran dengan cara berjalan mundur dari Balai Wartawan Lamongan menuju Kantor Pemkab Lamongan yang kemudian berlanjut ke Kantor DPRD Lamongan.

Setiba di depan kantor Bupati Lamongan, mereka orasi dengan menyampaikan tiga tuntutan,, di antaranya hentikan pembahasan UU kontroversi di akhir jabatan, RUU Penyiaran sama halnya kembali ke Orde Baru, jangan hambat kebebasan pers dan lainnya.

Koordinator Lapangan (Korlap), Kadam Mustoko mengungkapkan, jurnalis meminta kepada DPR RI agar mengkaji ulang draft Revisi UU Penyiaran. Pasalnya, terdapat sejumlah pasal yang berpotensi mengancam kemerdekaan pers.

“Kami menyayangkan draf revisi RUU Penyiaran yang terkesan disusun secara tidak cermat dan berpotensi mengancam kemerdekaan pers. Penyusunan tidak melibatkan berbagai pihak seperti organisasi profesi jurnalis atau komunitas pers. Dalam draf tersebut juga terdapat sejumlah pasal yang jadi perhatian khusus jurnalis,” ungkapnya, Senin (27/5/2024).

Kadam yang juga Ketua PWI Lamongan itu mengajak kepada semua pihak untuk bersama-sama mengawal Revisi UU Penyiaran agar tidak menjadi alat untuk membungkam kemerdekaan pers serta kreativitas individu di berbagai platform.

“Mari kita kawal bersama Revisi UU Penyiaran. Kemerdekaan pers serta kreativitas jurnalis harus terus ditegakkan,” ajaknya.

Sementara Sekretaris Daerah Kabupaten Lamongan, Nalikan mengatakan, pihaknya mendukung terhadap aksi yang digelar oleh para pewarta ini dan ia berjanji akan menyampaikan aspirasi ini ke pemerintah pusat.

 "Sebagai bagian dari proses demokrasi, kami mendukung aksi yang dilakukan oleh para jurnalis Lamongan ini," janjinya.

Senada juga disampaikan wakil ketua DPRD Lamongan Khusnul Aqib dan sekretaris DPRD Lamongan Aris Wibawa, pihaknya mendukung penuh apa yang menjadi tuntutan para jurnalis. Bahkan berjanji akan menyuarakan tuntutan jurnalis Lamongan ini ke pemerintah pusat.

"Kami mendukung penuh aksi para jurnalis Lamongan ini dan akan menyampaikan aspirasi ini ke pemerintah pusat," ujarnya. (eko a)

Berita Terkait