Target 60 Akseptor, Dinkes KB Sampang Menggelar Layanan KB MOW dan MOP

SAMPANG - Dinas Kesehatan dan keluarga berencana kabupaten Sampang menggelar layanan KB dengan metode operasi wanita (MOW) dan metode operasi pria (MOP) secara gratis untuk masyarakat umum dengan persyaratan tertentu.

 

Kepala Dinas Kesehatan dan keluarga berencana kabupaten Sampang melalui kepala bidang Dalduk, H. Zahruddin , M.kes, mengatakan bahwa dalam layanan itu memang ada persyaratan tertentu, yakni berusia di atas 35 tahun, sudah tidak berkeinginan memiliki keturunan, sukarela tanpa paksaan dan mendapatkan persetujuan keluarga.

 

Dalam kegiatan ini juga mempunyai target 60 akseptor MOW, sedangkan calon akseptor yang sudah terdaftar sudah mencapai 53 Calon akseptor. Mereka adalah calon akseptor yang sudah berkeinginan untuk mengikuti cara berKB MOW secara mandiri (keinginan sendiri)

 

Kemudian program ini dilaksanakan bersamaan dengan momen Peringatan HUT IBI ke 73 tahun Dengan momen ini menjadi sebuah momentum penting untuk bekerja bersama-sama antara Penyuluh KB dengan Bidan mulai menjaring, mengedukasi, mendampingi sampai pengawalan pelaksanaan pelayanan. Pelaksanaan KB MOW ini bertempat di RSMZ Sampang yang di Jadualkan tanggal 20 dan 27 Mei 2024.

 

 

"Kegiatan ini akan kita lakukan bertahap karena kami juga menyesuaikan dengan ketersediaan bed (tempat tidur) di rumah sakit," ujarnya Selasa(21/05/2024).

 

Ia menambahkan program ini juga digelar agar upaya keluarga lebih sejahtera dan mencegah stunting pada anak. Terjadinya stunting karena salah satunya dari jumlah anak yang banyak dan tidak terurus baik dari gizi, pola asuh, maupun pendidikan.

 

 

 

"Dengan jalan MOW ini, insyaallah semua permasalahan akan terselesaikan karena tujuan utama kegiatan ini adalah untuk mengatur jumlah anak, sehingga anak-anak bisa tumbuh dan berkembang dengan baik," terangnya 

 

 

Lanjut, Zahruddin, M.kes mengungkapkan bahwa sebelum dilakukan tindakan MOW, langkah pertama yaitu melakukan skrining pada pasien seperti bekas operasi, penyakit penyerta (jantung, tensi tinggi, gula, dan lain-lain).

 

Ia juga menambahkan untuk efek samping tindakan MOW bisa terjadi gangguan hormonal, namun hal itu jarang terjadi karena umumnya pasien sudah berusia di atas 30 tahun.

 

"Kontrasepsi ada yang hormonal seperti suntik, implan dan yang nonhormonal ada kondom, spiral dan MOW. Nah MOW yang paling baik karena beberapa ada yang gagal tapi untuk tingkat kegagalannya satu persen," imbuhnya 

 

"Jadi program KB  MOW dan MOP ini ditujukan untuk pasangan yang sudah tidak menginginkan keturunan lagi agar benar-benar memiliki keluarga yang berkualitas.

 

“Karena menurutnya keluarga yang berkualitas akan tercapai dengan perencanaan yang baik,”

 

Sekedar untuk diketahui oleh masyarakat, bahwa peserta KB MOW ini, tidak harus pasangan usia subur yang berumur diatas 35 tahun, tetapi semua Pasangan usia subur (PUS) yang sudah tidak ingin punya anak lagi, khususnya yang sudah mempunyai anak lebih dari 3 anak," tungkasnya (Hari)