Sinyal Lampu Hijau, Cak Imin Menemui Jajaran Pimpinan Pengurus Muhammadiyah Makassar

MAKASSAR - Bersama Anies Baswedan, Muhaimin Iskandar (Cak Imin) yang juga Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan bakal calon wakil presiden (bacawapres) Koalisi Perubahan melaksanakan safari politik ke Makassar akhir pekan ini.

Selama ke Makassar, Muhaimin Iskandar menemui beberapa tokoh penting dan juga bersilaturahmi ke jajaran pimpinan Pengurus Muhammadiyah di Kantor Pusat Dakwah Muhammadiyah di Jalan Gunung Lompobattang, Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (24/9/2023).

"Saya sangat terharu, sahabat-sahabat Muhammadiyah sangat bersemangat menjadi bagian dari perubahan. Untuk itu kita akan menjadi kekuatan untuk bahu membahu," ucap Cak Imin.

Muhaimin mengatakan, sejak deklarasi pasangan Anies-Muhaimin (Amin) undangan dan dukungan dari berbagai macam organisasi dan relawan terus mengalir.

Cak Imin juga menjelaskan kronologi saat dirinya dipasangkan dengan Anies Rasyid Baswedan untuk Pilpres 2024.

Menurutnya, perjodohan itu berlangsung singkat.

"Ada teori lama, boleh kita menaksir siapa saja, tapi jodoh di tangan Tuhan. Awalnya, mas Anies akan dipasangkan mas AHY, saya sama pak Prabowo. Ternyata, jodohnya berkata lain," jelasnya.

Cak Imin mengaku, dirinya dan Anies sudah lama saling kenal dan aktif di Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta semasa kuliah.

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Bidang Kesejahteraan Rakyat untuk periode 2019 - 2024 dalam kunjungannya ke Makassar, Sulawesi Selatan itu didampingi Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid, Sekretaris Dewan Syuro DPP PKB KH Saifullah Maksum Ketua PKB Sulsel Azhar Arsyad serta jajaran pengurusnya.

Sementara Wakil Ketua Pimpinan Muhammadiyah Sulsel Saiful Saleh usai pertemuan mengatakan, kedatangan Cak Imin selain bersilaturahmi, sekaligus mencairkan hubungan Muhammadiyah dan PKB khususnya dengan Nahdatul Ulama (NU) di Sulsel.

Saiful Saleh menjelaskan kedatangan Cak Imin itu bahwa sikap Pengurus Pusat atau organisasi Muhammadiyah membebaskan kader-nya untuk menentukan sikap politik masing-masing.

"Pimpinan pusat memberikan keleluasaan kepada warga Muhammadiyah, karena ini komunitas berpikir. Semua yang mau menggunakan pikiran-nya kumpul disini (Amin). Di sini komunitas pusat berpikir Muhammadiyah," katanya.

Sedang mengenai dengan tim pemenangan untuk pasangan Amin di Sulsel, lanjut Saiful, sudah ada dibentuk, hanya saja pihaknya belum menyebut apa nama tim pemenangan itu. Ia mengatakan, sosok Anies dan Muhaimin dengan membawa tema besar yakni perubahan dirasa sangat pas untuk diberi dukungan.

"Sudah ada tim pemenangannya, saya ketuai. Tapi jangan dulu disebut namanya. Saya kebetulan koordinator lembaga Hikma dan kebijakan publik serta Majelis Urunan HAM, teman-teman menyatakan silahkan pimpin ini tim di Sulsel. Setiap daerah sudah kita bentuk," lanjutnya. (eko a)

Berita Terkait