Rusak Kanopi Toko Dan Saluran PDAM, Warga Kamal Adukan Pembangunan Drainase Yang Diduga "Siluman" Ke Polsek

Warga saat membuat pengaduan ke Polsek Kamal(DOK:Wahyu/Advokasi.co)

BANGKALAN - Kegiatan pembangunan drainase di Poros Jl Trunojoyo dikeluhkan warga sekitar, warga merasa kegiatan proyek tersebut siluman sehingga diadukan pada Polsek Kamal, Bangkalan, sebab telah melakukan pengerusakan terhadap beberapa kanopi toko milik warga dan merusak pipa saluran PDAM.

Pengerjaan proyek yang dikeluhkan warga Kamal(DOK:Wahyu/Advokasi.co)Pengerjaan proyek yang dikeluhkan warga Kamal(DOK:Wahyu/Advokasi.co)

R Arif Sulaiman SH warga setempat yang melaporkan ke Polsek Kamal terkait permasalahan ini mengatakan kepada media bahwa proyek ini diduga siluman karena tidak ada papan sosialisasi terkait anggaran proyek dan juga tidak ada sosialisasi terhadap warga serta kegiatan pengerjaan ini juga merusak beberapa kanopi pertokoan dan saluran PDAM.

“Barusan sudah kami adukan ke Polsek Kamal mengenai pengerusakan kanopi oleh pekerja kegiatan drainase siluman ini mas, bagaimana tidak kami sebut siluman, papan informasinya tidak ada sosialisasipun pada kami juga tidak ada, sehingga kami tidak tahu ini nama PT pelaksana maupun pihak konsultannya, apalagi anggaran dan detail pekerjaannya mas, makanya kami sebut proyek siluman,” ujar R Arif Sulaiman S.H M.H.Kes warga setempat, Minggu (15/08) saat ditemui pasca mengadukan ke Polsek Kamal.

Dirinya datang ke Polsek Kamal juga didampingi langsung oleh Yodika Saputra Sekjen LBH Nusantara, dirinya menegaskan akan mengawal kegiatan drainase yang diklaim siluman tersebut.

“Kami akan mengawal permasalahan ini sampai tuntas, sebab kami juga melihat pelaksanaan kegiatan pembangunan drainase ini sangat minim transparansi sehingga banyak menimbulkan persoalan dimasyarakat, tadi kami sudah banyak mengantongi pengaduan warga dan melihat langsung di lokasi kegiatan,” ungkap Yodika Saputra S.H.

Permasalahan yang telah diadukan pada Polsek Kamal oleh warga ini mendapat pendampingan langsung dari Lembaga BPI KPNPA RI Bangkalan dan LBH Nusantara. (Wahyu)