Rugikan Negara Hampir 600 Juta , Seorang Pegawai Bank BUMN Di Bangkalan Diciduk Kejaksaan

KREDIT FIKTIF : Tersangka FPW memakai topi. (foto : wahyu/advokasi.co)

BANGKALAN - Jaksa Penyidik seksi tindak pidana khusus Kejaksaan Negeri Bangkalan menangkap FPW (29) seorang pegawai bank plat merah di Bangkalan, Rabu (7/10/2020).

Tersangka FPW di ruang pidsus saat jalani pemeriksaan. (foto : wahyu/advokasi.co)Tersangka FPW di ruang pidsus saat jalani pemeriksaan. (foto : wahyu/advokasi.co)

FPW adalah seorang Account Officer (AO) yang menangani kredit bagi Pegawai Negeri Sipil dan pensiunan di duga melakukan transaksi kredit fiktif bagi pensiunan dengan menggunakan data nasabah lama sebanyak 12 orang sehingga merugikan negara sebanyak 580 juta rupiah.

Kasi Pidsus(kiri) dan Kasi Intel (kanan) saat rilis. (foto : wahyu/advokasi.co)Kasi Pidsus(kiri) dan Kasi Intel (kanan) saat rilis. (foto : wahyu/advokasi.co)

Kepala Kejaksaan Negeri Bangkalan melalui Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Hendrawan menjelaskan bahwa tersangka melakukan kegiatannya dari tahun 2018 hingga 2019.

"Tersangka melakukan kegiatan yang merugikan negara hingga 580 juta rupiah di periode 2018 hingga 2019 dengan modus kredit fiktif yang menggunakan 12 nama pensiunan di Bangkalan sehingga hari ini kita tetapkan sebagai tersangka dan langsung kita tangkap tadi sekitar pukul 1 siang," ujarnya.

Hendrawan juga mengatakan bahwa modus tersangka sangat rapi karena memang itu bidang yang ditanganinya sehingga tidak melibatkan siapapun di Bank tempat kerja tersangka.

"Modus kredit fiktif yang dilakukan tersangka sangat rapi dan dari keterangan tersangka yang berhasil kami gali tadi, dia melakukan itu sendirian tanpa melibatkan siapapun" pungkas Kasi Pidsus yang belum genap sebulan pindah di Bangkalan ini.

FPW saat ini masih menjalani pemeriksaan dan akan dijerat dengan pasal 2 subsider pasal 3 juncto pasal 18 UU No 31 tahun 1999 tentang tipikor dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara. (wahyu)