RS UMM Malang Raih Penghargaan RS Rujukan Kelas C Terbaik Se Jatim

MALANG - Prestasi kembali diraih oleh keluarga besar PP Muhammadiyah di tengah situasi munculnya varian baru virus Korona Omicron. Ya, kali ini prestasi diraih oleh Rumah Sakit (RS) Universitas Muhammadiyah.

ammadiyah Malang (UMM) yang menunjukkan komitmen tinggi dalam mengatasi pandemi Covid-19 di Kota Malang dan sekitarnya.

Komitmen Rumah Sakit (RS) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dalam mengatasi pandemi Covid-19 di Kota Malang tersebut tak sia-sia, sehingga mengantarkan RS UMM memperoleh penghargaan RS rujukan kelas C terbaik se-Jawa Timur yang melayani pasien di wilayah Malang dan sekitarnya. Penghargaan itu diberikan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur dalam rangka memperingati memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) 2021 yang diterima perwakilan dari RS UMM, dr. Thontowi Djauhari, NS., M.Kes.

Thontowi mengatakan, meskipun RS UMM adalah kelas C, fasilitas penanganan covid yang dimiliki tergolong lengkap di banding RS kelas C pada umumnya. Fasilitas-fasilitas tersebut meliputi pelayanan covid maternal untuk ibu hamil dan melahirkan, ruang cuci darah, serta ruang operasi khusus pasien covid.

“Dengan fasilitas-fasilitas tersebut, banyak pasien covid dirujuk ke RS UMM. Terhitung sudah ada 1867 pasien covid yang telah dirawat hingga saat ini. Terkait dengan penghargaan RS rujukan terbaik, alhamdulillah kerja keras kami dapat membuahkan hasil yang baik. Yang lebih membanggakan lagi, RS UMM merupakan satu-satunya RS swata yang menerima penghargaan tersebut,” kata dokter RS UMM itu, Senin (20/12/2021).

Sementara itu, Direktur RS UMM, Prof. Dr. dr. Djoni Djunaedi, Sp.PD-KPTI mengungkapkan bahwa sebelumya, RS UMM juga mendapatkan penghargaan dari Bupati Malang dan Dinas Kesehatan Kota Batu terkait kontribusi RS UMM dalam penanganan pandemi covid di Kota Malang dan sekitarnya.

“Selain merawat pasien covid yang di rujuk ke RS UMM, kami bersama Yayasan Pelayanan Pekabaran Injil Indonesia (YPPII) juga membantu pasien-pasien Covid yang harus melakukan isolasi mandiri di gedung YPPII Kota Batu. Jadi, YPPII menyediakan tempat isolasi mandiri bagi warga kota Batu, sementara kami mengirimkan dua dokter dan 19 perawat untuk mendampingi pasien selama 24 jam,” ungkapnya. (eko a)

Berita Terkait