Ribuan Jamaah Umrah RI Diduga Lanjut Haji Tanpa Visa Resmi

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang dari fraksi PKB. (foto: dok/Man)

JAKARTA - Sebanyak kurang lebih 40 ribu jamaah umroh asal Indonesia dilaporkan tidak kembali ke tanah air pada musim haji tahun 2024. Beberapa di antaranya disinyalir berniat untuk berhaji tanpa visa haji yang resmi.

Melihat kondisi ini, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang khawatir akan diamankan otoritas Arab Saudi yang sedang memperketat pengawasan untuk jamaah haji.

"Pengawasan yang ketat ini, dilalui dengan cara diamankan. Diamankan itu, ya, ditahan dulu. Kita enggak bisa ngurus nanti setelah selesai haji, kan, cukup lama, paling tidak 40 hari," kata Marwan saat melepas keberangkatan jamaah haji kloter 4 di Embarkasi Medan, Sumatera Utara, Kamis (16/5/2024).

Politisi Fraksi PKB menghimbau masyarakat yang ingin ibadah haji untuk tetap sabar dan taat pada regulasi yang ada. Sebab, tanpa visa resmi, ibadah yang dilakukan nantinya tidak akan memenuhi standar pelaksanaan haji.

ADA SANKSI 

Sementara Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Nasrullah Jasam menegaskan, bila jamaah umrah tersebut berniat untuk melanjutkan haji tanpa visa resmi dan tidak pulang sampai tanggal yang ditentukan maka ada sanksi yang berlaku. Batas akhir jamaah umrah di Saudi yaitu sampai 29 Zulkaidah 1445 H atau 7 Juni 2024.

"Mereka yang tidak punya visa atau izin haji kemudian nekat berhaji nanti kalau tertangkap itu akan didenda 10.000 riyal sama dengan Rp 40 juta. Bagi yang mengkoordinir akan kena hukuman penjara 6 bulan dan denda sampai 50.000 riyal atau Rp 200 juta," tegasnya, Sabtu (18/5/2024).

Selain denda, lanjut Nasrullah, jamaah yang berhaji tanpa visa resmi juga akan dideportasi dan di-banned selama 10 tahun. Mereka yang melakukan pelanggaran berulang akan dikenakan denda 2 kali lipat," kata Konsul Haji Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah ini, ujarnya. (eko a)