Puluhan Orang Kawal Sidang Anak, Kasus Pengeroyokan Banteyan di PN Bangkalan

Team kuasa hukum AA, Yodika Saputra dan Zubairi Sanjaka Amta (atas) Wakil ketua PN Bangkalan Zainal Ahmad saat diwawancarai awak media(DOK:wahyu/Advokasi.co)

BANGKALAN - Rasa simpati dan antusiasme masyarakat ditunjukkan dengan banyaknya orang yang mengawal dan mengikuti sidang anak perdana kasus pengeroyokan di Banteyan, Kecamatan Klampis, Kabupaten Bangkalan Jawa Timur.

Kasus yang melibatkan AA (15) anak dibawah umur itu cukup menarik perhatian publik, dimana hari ini merupakan sidang perdana sang anak, Kamis (18/8/2022).

Ketua tim pengacara AA, Yodika Saputra kepada media menjelaskan bahwa pihak keluarga dari kliennya sudah meminta maaf saat mediasi dan meminta PN Bangkalan untuk melakukan Diversi kepada kliennya.

"Tadi saat proses mediasi, keluarga klien kami sudah menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada pihak korban, dan kami meminta PN Bangkalan untuk melakukan Diversi atas kasus ini, akan tetapi karena syaratnya kurang, maka akan ditunda Senin depan," ucapnya.

Ia juga berharap agar pihak pengadilan bisa lebih arif dan bijaksana, karena ia dan teamnya akan berjuang semaksimal mungkin agar kliennya tetap kembali sekolah karena sesuai dengan amanat undang-undang.

Sementara itu, Wakil Ketua PN Bangkalan Zainal Ahmad SH menyampaikan hal yang sejalan dengan Yodika, bahwa khusus untuk sidang anak memang diwajibkan untuk melakukan diversi terlebih dahulu.

"Perlu kami jelaskan, bahwa dalam sistem peradilan anak, dengan ancaman hukuman dibawah 7 tahun, maka kami diwajibkan untuk melakukan diversi atau semacam mediasi untuk mencari titik temu damai dari kedua belah pihak," jelasnya.

Terkait proses awal diversi tadi ia juga menyampaikan bahwa ada syarat yang belum terpenuhi yaitu unsur dari Bapas dan tokoh masyarakat belum hadir sehingga ditunda minggu depan.

"Untuk pertemuan pertama tadi dari pihak tokoh masyarakat dan Bapas belum hadir, sehingga ditunda minggu depan," pungkasnya. 

Dari puluhan orang yang hadir, tampak salah seorang aktivis dan pegiat Lembaga Swadaya Masyarakat Moh. Rosul.

Moh. Rosul atau yang lbih akrab disapa Bung Nono saat berfoto bersama AA(DOK:wahyu/advokasi.co)Moh. Rosul atau yang lbih akrab disapa Bung Nono saat berfoto bersama AA(DOK:wahyu/advokasi.co)

"Tujuan saya datang hari ini tentu memberikan support dan dukungan kepada AA, serta akan aktif mengawal terus kasus ini," ujar pentolan Pengawas Anggaran Negara ini.(wahyu)