Privilese WFH Hadapi Covid-19

OPINI - Sejak Pemerintah melakukan aturan Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB), melalui surat edaran yang dikeluarkan oleh kementerian kesehatan yang mengimbau warga untuk bekerja, belajar dan beribadah dari rumah (Work From Home), saat ini sebagian warga mentaati aturan tersebut

Beberapa daerah seperti Tegal sampai melakukan local lockdown (karantina wilayah), menyusul Pemprov DKI Jakarta pun mulai menerapkan aturan itu untuk mencegah penyebaran Covid-19 di ibu kota.

Memang sejak Pandemi Covid-19 menyebar dan menjangkiti warga Indonesia, beberapa instansi pemerintah dan swasta yang menerapkan kebijakan untuk bekerja dan belajar dari rumah, Hak Istimewa atau Privilese yaitu work from home (WFH), bagi beberapa orang ini memang sangat nyata terasa, khususnya dalam aspek perekonomian.

Privilese ini bisa terjadi karena adanya perbedaan akses untuk memperoleh sesuatu hal yang tidak bisa diakses oleh semua orang, Privilese juga erat kaitannya dengan diskriminasi yang dipengaruhi oleh kesenjangan sosial karena adanya kesenjangan ekonomi.

Kesenjangan ekonomi di Indonesia ini pula yang membuat WFH kurang bisa dilaksanakan dengan maksimal, yang akhirnya hari demi hari korban yang terjangkit Virus Covid-19 terus meningkat, kesenjangan ekonomi paling besar terjadi di ibu kota Jakarta, faktanya memang demikian, Kalau kita lihat perumahan paling mewah dan paling mahal ada di Jakarta, tapi rumah yang paling kumuh juga ada di Jakarta.

Tingginya kesenjangan ekonomi ini mengakibatkan kelompok dengan pernghasilan rendah atau tidak mampu untuk mengakses kebutuhan dan pelayanan dasar. Termasuk keistimewaan untuk bekerja dan belajar dari rumah.

Siapa saja yang bisa melaksanakan WFH?

Kalau melihat dari tipe pekerjaannya, hanya pekerja kantoran yang sehari-hari bekerja dengan laptop dan internet saja sepertinya yang bisa melaksanakan WFH.

Sisanya? Para pekerja informal seperti ojek online, buruh pabrik, dan pekerja rendahan harian harus tetap berangkat kerja ke kantor atau pabrik karena perusahaannya tidak menerapkan WFH.

Para sopir ojek online dan sopir angkutan umum lainnya yang sehari-hari mencari makan dari jalanan juga sudah pasti tidak bisa melaksanakan WFH.

Sedangkan para mahasiswa yang kampusnya mengeluarkan kebijakan kuliah daring juga harus berjibaku dengan jaringan internet. Untuk mahasiswa yang rumahnya difasilitasi Wifi oleh orang tuanya mungkin tidak keberatan menjalankan kuliah daring. Namun bagi mahasiswa yang tidak difasilitasi Wifi atau mahasiswa yang dirumahnya tidak terdapat akses internet yang cepat, tentu ini menjadi masalah, apalagi mahasiswa yang kost. Maka dari itu, bersyukurlah bagi Anda yang bisa melaksanakan perintah pemerintah untuk bekerja dan belajar dari rumah. Karena dengan melakukan WFH, setidaknya Anda menjadi lebih aman dan tenang daripada mereka yang tidak bisa melaksanakan WFH.

Kalo sudah WFH, apalagi yang harus dilakukan?

Menjaga kesehatan di saat wabah Covid-19 merupakan hal utama. Namun hal lain yang perlu dijaga yaitu kesehatan mental.

Selalu berpikir positif merupakan salah satu cara agar kesehatan mental tetap terjaga, dan ingat lima hal penting yaitu, tidak berjabat tangan, cuci tangan pakai sabun, selalu memakai masker kalo keluar rumah, jaga jarak, dan isolasi diri atau #dirumahaja.

Saat pandemi ini masih beredar, kita wajib menjaga kesehatan mental dengan langkah cerdas. salah satu hal positive yang harus dilakukan adalah berhentilah menonton, membaca, atau mendengar berita yang membuat hati kita cemas. Cari informasi dari sumber sumber yang terpercaya, selalu berdoa, dan ingat selalu ingat pada sang Pencipta, tetap optimis bencana ini pasti berlalu.

Dalam hal ini kita tidak menganggap remeh wabah Virus Covid-19, jangan abai, jangan lebay, yang penting juga harus dilakukan jaga asupan makanan yang bergizi, minum vitamin C dan E, banyak makan buah, minum air putih yang banyak, berjemur dipagi hari, dan hindari kebiasaan merokok. 

Hal lain, jangan lupa hidup bersih dan memelihara tubuh kita. Berkegiatan produktif, seperti berolahraga, jaga kebersihan ruangan dan lingkungan serta mempertebal sistem imun tubuh, ayo kita hidup sehat dan semoga wabah ini segera berlalu, pasti semua ada hikmahnya. Aaamiin.

Penulis: Wibisono

TAG

Berita Terkait