PMWC NU Kwanyar Gelar Apel Akbar Hari Santri Nasional

INSPEKTUR UPACARA : KH. Ahmad Nawawi, saat pimpin upacara Hari Santri Nasional. (foto : randy/advokasi.co)

BANGKALAN - “Santri Sehat Indonesia Kuat” menjadi tema Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) ke-6 Tahun 2020 diperingati Pengurus Majlis Wilayah Cabang (PMWC) NU beserta Banomnya se Kecamatan Kwanyar, Kabupaten Bangkalan dalam upacara, Kamis pagi (22/10/2020).

KH. hanan Nawawi (tengah) saat hadiri upacara hari santri nasional. (foto : randy/advokasi.co)KH. hanan Nawawi (tengah) saat hadiri upacara hari santri nasional. (foto : randy/advokasi.co)

Acara yang bertempat di Tanah Reklamasi MWCNU Kwanyar Pesanggrahan itu di hadiri KH. Hanan Nawawi, Ketua PMWC NU Kecamatan Kwanyar KH. Ahmad Nawawi,  Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kwanyar Gus Umar Sirojul Islam beserta anggota, PAC Fatayat Kwanyar beserta seluruh rantingnya, PAC Muslimat NU Kwanyar beserta anggota, Pagar Nusa, tokoh setempat, juga ratusan Masyarakat dengan dipimpin Ketua PMWC NU Kecamatan Kwanyar KH. Ahmad Nawawi, selaku inspektur upacara.

Pada moment upacara peringatan hari santri tersebut KH. Ahmad Nawawi mengingatkan tentang peran historis para santri dalam memperjuangkan dan menjaga keutuhan NKRI.

"Hadratus Syekh KH. Hasyim Asy'ari mampu menggerakkan seluruh lapisan masyarakat, utamanya kaum pesantren atau santri yang dipimpin para alim ulama untuk berjihad mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia," ujarnya.

Lanjutnya, ini adalah sebuah bukti bahwa para kaum santri dan pondok pesantren benar benar mempunyai andil besar dalam perjalanan Bangsa Republik Indonesia, oleh karena itu kita wajib berjuang, karena Indonesia adalah peninggalan para ulama, peninggalan leluhur para santri yang harus dipertahankan, harus dilestarikan, harus dipersatukan oleh karenanya kita sebagai generasi penerus wajib meneruskan perjuangan, menegakkan agama Islam yang ahlissunnati wal jamaah.

Selain itu KH. Ahmad Nawawi juga meminta kepada para santri menjadi garda terdepan untuk menentang, menolak ideologi fundamentalisme.

"Kita wajib menjadi garda terdepan dalam menghalau ideologi fundamentalisme. Ideologi yang sampai saat ini mempertentangkan agama dengan negara. Ideologi yang sekarang dikampanyekan secara masif mempertentangkan agama dengan nasionalisme, agama dengan negara. Agama dan nasionalisme, agama dan negara tidak bertentangan selamanya. Agama dan Nasionalisme adalah dua hal yang saling mengisi dan saling memberi serta saling melengkapi," jelasnya. 

Untuk diketahui, Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo menerbitkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2015 tanggal 22 Oktober 2015 tentang Hari Santri. Keputusan yang bertepatan dengan tanggal 9 Muharram 1437 Hijriyah tersebut, merupakan bukti pengakuan negara atas jasa para ulama dan santri dalam perjuangan merebut, mengawal, mempertahankan, dan mengisi kemerdekaan Republik Indonesia. (Wahyu/Ridho'i)