Perubahan Dan Inovasi Layanan Rutan Bangkalan Diapresiasi Staf Ahli Menkumham

Karutan Bangkalan Mufakhom saat memberikan arahan kepada anggotanya(DOK:ist/Advokasi.co)

BANGKALAN - Pembinaan target kinerja dalam rangka pembangunan ZI menuju WBK WBBM oleh Staf Ahli Menkumham Bidang Politik dan Keamanan, Y. Ambeg Paramarta SH, M.si memasuki hari kedua, Selasa  (07/09/21).

Staf ahli yang didampingi Kalapas Kelas I Surabaya Gun Gun Gunawan tiba di Rutan Kelas IIB Bangkalan hari ini dimana sebagai salah satu satker yang dinyatakan lolos panel TPI Inspektorat Jenderal beberapa waktu lalu, Karutan Bangkalan Mufakhom menyampaikan bahwa jajarannya terus melakukan pembenahan sesuai hasi evaluasi On Desk Evaluation. 

Beberapa inovasi layanan mengalami peningkatan seperti Pagi Warna (Pantau kegiatan warga binaan), Dutaku inol (unduh data dukung integrasi online), Kutu warna (kunjungan virtual warga binaan) dan Layar warna (Layanan rekreasi warga binaan/ nonton film bareng). 

“Semua ini kami ciptakan untuk mengoptimalkan pelayanan baik internal dan eksternal,” tuturnya.

Ambeg juga mengungkapkan bahwa sebuah prestasi tersendiri bagi Rutan Bangkalan karena telah konsisten selama dua tahun berproses membangun ZI menuju WBK. 

“Secara internal Rutan Bangkalan telah layak meraih reward karena berhasil menginternalisasi mind set dan culture set kepada seluruh jajaran,” ujarnya. 

Dia juga mengapresiasi jajaran Pimti Pratama Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Jatim, yang terus menyuntikkan semangat perubahan Reformasi Birokrasi kepada seluruh Satker jajaran, terbukti sebanyak 47 Satker lolos panel TPI dan melaju ke tahapan evaluasi TPN. 

“Ini merupakan cerminan keberhasilan dalam sebuah proses pembangunan ZI, dibutuhkan lebih dari sebuah semangat dan integritas untuk mewujudkan ini semua,” tambahnya.

Pria yang hobi bersepeda ini juga mengingatkan hasil panel TPI, nilai Rutan Bangkalan sedikit diatas passing grade minimal karenanya banyak yang perlu dibenahi dan ditingkatkan khususnya jelang TPN. 

Untuk sarana dan pra sarana sudah cukup memadai karenanya Karutan harus fokus terhadap inovasi layanan agar optimal dan bermanfaat bagi pengguna jasa layanan. 

“Hasil lalu, baik cukup maupun kurang jangan menjadi acuan. Yang terpenting saat ini adalah mengoptimalkan sisa waktu yang ada jelang evaluasi berikut agar Rutan Bangkalan dapat meraih predikat WBK tahun ini,” pungkasnya.(Wahyu)