Minim Pengawasan, LSM Geram Banten Minta Inspektorat Mengkaji Pembangunan Saluran Drainase

Papan proyek pembangunan saluran drainase di Kampung Ganepo RT 04 RW 02 Desa Pekayon, Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang. (Foto: Banny/Advokasi.co)

TANGERANG - Proyek pembangunan saluran drainase atau gorong-gorong yang berlokasi di Kampung Ganepo RT 04 RW 02 Desa Pekayon, Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang diduga asal asalan, pasalnya dalam pemasangan U-ditch, alas dasar tidak diratakan dan dihampar pasir seperti lazimnya pemasangan U-ditch pada umumnya.

Proyek yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Tangerang tahun anggaran 2020 dengan anggaran 100 juta rupiah, itu diduga tidak sesuai spek.

Samsuri wakil koordinator LSM Geram Banten Indonesia DPC Kabupaten Tangerang mengatakan hal itu dapat dilihat saat pengerjaan proyek, setelah dilakukan penggalian langsung dilakukan pemasangan U-ditch, tanpa memperhatikan alas dasar, yang lazimnya diratakan dan dihampar pasir dengan ketebalan 10 sentimeter, sehingga mutu dan kualitas pekerjaan sangat rendah.

"Lemahnya pengawasan dari pihak Kecamatan Sukadiri selaku pengelola anggaran membuka peluang rekanan asal-asalan dalam pengerjaan proyek," tandasnya, Senin (30/11/2020).

Samsuri menegaskan pihaknya akan menyurati pihak Kecamatan Sukadiri Kabupaten Tangerang selaku pengelola anggaran dan Inspektorat, agar dugaan tersebut segara ditindak lanjuti dan tidak ada lagi kecurangan yang bisa merugikan anggaran negara dan masyarakat sebagai penerima manfaat.

"Kami dari LSM Geram Banten Indonesia DPC Kabupaten Tangerang secepatnya akan mendesak Inspektorat untuk melakukan pengkajian lebih lanjut dan langkah kongkrit. Jika perusahaan rekanan tersebut menyalahi aturan maka Inspektorat harus segera menindaknya, bila perlu diblacklist perusahaan kontraktor itu," tegasnya. (Banny)