Mendeteksi Tata Ruang Sebagai Kegiatan Ekonomi dalam Pengembangan Wilayah

SIDOARJO - Dalam era industri 4.0, setiap orang harus mampu menguasai digital. Memiliki keterampilan yang baik untuk memenuhi dan mengikuti zaman. 

Dengan perkembangan zaman, perkembangan waktu kita berhak juga melihat, memahami tentang tata letak, tata ruang kota untul melihat potensi apa yang ada nanti dan peluang apa yang terjadi.

Revolusi industri 4.0 terlihat melalui digitalisasi dalam bidang yang akan menghubungkan jutaan manusia melalui web, sehingga skan meningkatkan peluang bisnis, efisien bisnis dan organisasi, serta memperbarui lingkungan hidup melalui manajemen asset yang lebih baik. 

Teknologi akan mempermudah manusia untuk mengakses suatu informasi melalui teknologi digital secara bebas dan terkendali. Kedepannya, perkembangan teknologi akan membentuk masyarakat dunia baru, yaitu masyarakat era digital. Dampak dari revolusi keempat salah satunya adalah otomatisasi dan berkurangnya jumlah tenaga kerja manusia dalam produksi. 

Perubahan lanskap ekonomi politik dan relasi organisasi sebagai konsekuensi revolusi industri 4.0 menjadikan transformasi organisasi pemerintah sebagai suatu keniscayaan dalam berbagai skala ruang lingkup dan kompleksitasnya. 

Dalam era industri ini kita harus mempergunakan teknologi dengan sebaik mungkin. Termasuk untuk mengetahui tata ruang wilayah dan memperkirakan bisnis yang strategis.

Di dalam penataan ruang sendiri dalam kota bermanfaat sebagai acuan dalam pemanfaatkan ruang/pengembangan wilayah, sebagai acuan lokasi investasi dalam wilayah provinsi yang dilakukan pemerintah, masyarakat dan swasta.

Dasar pengendalian pemanfaatan ruang dalam penataan/pengembangan wilayah provinsi yang meliputi indikasi arahan peraturan zonasi, arahan peraturan zonasi, arahan perizinan, arahan insentif dan disinsentif serta arahan sanksi.

Mendeteksi tentang tata ruang sebagai kegiatan ekonomi. Secara geografis dari sumber daya yang langka, serta hubungannya terhadap lokasi berbagai macam usaha. Menurut von thunen (1826) perbedaan lokasi dari berbagai kegiatan pertanian. 

Tingkat sewa lahan peling tinggi pada pusat pasar rendah pada saat jarak pasar semakin jauh. Pemilihan lokasi berpengaruh dalam memulai bisnis maka dari itu penting untuk mengetahui tata ruang yang memiliki nilai jual yang tinggi dan strategis.

Oleh : Ayu Mawaddah W. - Mahasiswa Prodi Administrasi Publik Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida)