Memprihatinkan, SDN Durjan 3 Yang 30 Tahun Lebih Berdiri Di Wilayah Sampang

Memprihatinkan, Kondisi bangunan SDN Durjan 3 saat ini(DOK:Wahyu/Advokasi.co)

BANGKALAN - Desa Durjan Kecamatan Kokop yang letak geografisnya berbatasan dengan Kabupaten Sampang dulu memiliki 5 sekolah dasar negeri, akan tetapi dengan berkembangnya waktu, desa itu sekarang hanya memiliki 3 sekolah dasar.

Salah satunya adalah SDN durjan 3 yang hampir 30 tahun lebih berdiri di wilayah Sampang tepatnya di desa Mambulu Barat Kecamatan Tambelangan yang kondisinya saat ini sangat memprihatinkan.

Kondisi bangunan yang tak layak pakai dan berbahaya dalam proses belajar mengajar di SDN Durjan 3(DOK:Wahyu/Advokasi.co)Kondisi bangunan yang tak layak pakai dan berbahaya dalam proses belajar mengajar di SDN Durjan 3(DOK:Wahyu/Advokasi.co)

M. Dawi kepala sekolah SDN Durjan 3 ketika dikonfirmasi Advokasi.co pada hari Rabu  (18/8/2021) mengatakan bahwa pihaknya kesulitan untuk mendapatkan bantuan renovasi karena letak geografisnya yang berada di Kabupaten Sampang.

"Kami dari pihak sekolah sudah berupaya semaksimal mungkin untuk membangun sekolah ini, tapi hal itu sulit diwujudkan karena sesuai aturan memang sulit kalau letak geografis tidak berada di Bangkalan" ujarnya.

Hal yang sama juga dikeluhkan oleh Haji Madud tokoh masyarakat setempat, dirinya sudah berusaha menemui pihak terkait mulai dari camat Kokop hingga Bupati Bangkalan, akan tetapi semuanya sia sia karena berbenturan dengan regulasi yang ada.

"Saya mewakili masyarakat Durjan sudah berusaha menemui Camat, Bupati, DPRD bahkan dinas pendidikan Bangkalan, akan tetapi semuanya sia sia karena memang berbenturan dengan regulasi yang ada" ucapnya.

Permasalahan ini ditanggapi juga oleh Yodika Saputra selaku pengawas kebijakan publik dari BPI, dirinya merasa takjub dan janggal, karena 30 tahun itu bukan waktu yang singkat.

"Heran saya, 30 tahun lebih kok dibiarkan begitu saja, mana ini Dinas Pendidikan? Mana Pemerintahan Kabupaten? Lama lama SDN Durjan 3 bisa ambruk dan akhirnya hilang ditelan bumi seperti 2 SD sebelumnya di desa Durjan" cakapnya.

Bung Yodika sapaan akrabnya juga memberikan solusi, saatnya semua stake holder dikumpulkan sehingga tercapai solusi, seperti relokasi ke lokasi tanah di wilayah Bangkalan.

M. Toha mantan camat Kokop yang kini menjabat sebagai sekretaris Bakesbangpol saat dihubungi via sambungan seluler, juga mengatakan bahwa permasalahan ini tidak perlu dibesar - besarkan, jangan mencari siapa yang salah saatnya para pemangku kepentingan untuk duduk bersama guna mencari solusi yang terbaik demi pendidikan di desa Durjan.

"Saya rasa sekarang bukan saatnya mencari siapa yang salah, mari bersama - sama kita duduk untuk mencari solusi terbaik demi pendidikan di desa Durjan" ujarnya. (Wahyu)