Layanan Kesehatan Puskesmas Jrengik, Launching Imunisasi BIAN 2022

SAMPANG - Meningkatkan layanan aktivitas kesehatan di posyandu UPTD Puskesmas Jrengik launching Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) 2022 dan Bulan timbang bayi dalam memenuhi target sebesar 95 persen.

Kepala Puskesmas Jrengik Dr. Nur Kamariyah, menyampaikan bahwa kegiatan launching Bulan imunisasi anak nasional (BIAN) dan bulan timbang bayi dengan tujuan untuk memberikan kekebalan individu maupun kekebalan komunitas (herd Immunity) pada tubuh anak sehingga terbentuk dengan maksimal, dan kuat melawan berbagai virus,” Kata dr. Nur kamariyah Selasa(02/08/2022)

Selain itu pihaknya akan berkolaborasi dengan camat dan kepala desa setempat untuk menjaring dari satu rumah ke rumah lainnya dalam mencari anak-anak yang belum mendapat imunisasi dasar dan lanjutan.

Hal demikian menurutnya pelaksanaan Bulan Imunisasi ini merupakan momen pemulihan terhadap program kesehatan setelah pandemi.

"Kalau secara nasional pemerintah pusat menargetkan 95 persen, saya berharap di Kabupaten Sampang khususnya wilayah kerja puskesmas jrengik bisa menempuh target capaian imunisasinya," katanya.

Lanjut dr. nur kumariyah menerangkan bahwa imunisasi ini sama halnya dengan vaksinasi untuk kepentingan dan kebaikan seluruh masyarakat maka untuk itu tidak ada pilihan bagi masyarakat khususnya anak-anak kita, jika sudah waktunya imunisasi harus segera dilakukan imunisasi, 

"Maka komitmen ini menjadi bentuk langkah awal kita bersama dalam mensukseskan program imunisasi nasional," ujarnya.

Sehingga diharapkan lewat penandatanganan komitmen ini dapat menggenjot angka cakupan imunisasi anak di wilayah kerja puskesmas jrengik

untuk menjadi langkah nyata, menuju kabupaten Sampang yang lebih sehat 

Dr. Nur kamariyah, menjelaskan, target pelaksanaan BIAN adalah anak-anak sembilan bulan hingga 59 bulan. Ini merupakan upaya melindungi anak-anak dari penyakit polio, difteri, tetanus, pertusis atau batuk rejan, hepatitis B, campak hingga rubella.

“Ini bukan tanggungjawab petugas kesehatan semata. Namun semua stakeholder dapat mengambil peran, minimal untuk mensosialisasikan pentingnya imunisasi dasar maupun lanjutan pada anak. Sehingga daya tahan tubuh anak dapat terbentuk dengan maksimal, dan kuat melawan berbagai virus," pintanya (Hari)