Kuasa Hukum Akeloy Production Sampaikan Permohonan Maaf Resmi Tayangnya Film Guru Tugas

Konferensi pers kuasa hukum bersama tokoh masyarakat(DOK:ist/advokasi.co)

BANGKALAN - Sebagai bentuk upaya untuk secara sadar menyelesaikan permasalahan penayangan film berjudul “Guru Tugas” yang sempat menghebohkan jagad media sosial (medsos) pihak Akeloy Production melalui kuasa hukumnya yaitu Zamroni mohon maaf kepada seluruh khalayak masyarakat Indonesia, khususnya madura.

"Kami mengaku salah dan keliru atas penayangan Film Yang berjudul Guru Tugas, yang telah kami rilis dan menanyangkan Film dengan judul Guru Tugas 1 dan 2, " ujar Zamroni.

Maka sebagai bentuk pertanggung jawaban, lanjut Zamroni, kami perlu menyampaikan permohonan maaf dan terima kasih kepada Fans, penggemar dan pencinta film pendek khususnya karya karya Akeloy Production untuk Men Take Dwon film tersebut Part 1, Part 2 dan Part 3 yang berkali-kali gagal tayang.

"Kami Memohon kepada semua Lapisan Masyarakat, jangan Hakimi Kami, jangan Hujat Kami, jangan Fitnah Kami dan jangan Benci Kami, Kami taat Hukum, kami Kooperatif dan kami siap mempertanggung Jawabkan Perbuatan Kami," kata Zamroni Kuasa hukum Akeloy Productions.

Sementara itu, salah satu pengasuh Pondok Pesantren Syaikhona Kholil Bangkalan RKH Mohammad Nasih Aschal atau Ra Nasih sapaan akrabnya mengatakan, bagian dari teman akeloy selama ini memberikan support kreasinya permohonan maaf mengatasnamakan tokoh yang ada di Bangkalan Madura secara umum.

"Tim akeloy memberikan rasa luka sakit hati dan yang lain tentu saya selain maaf semoga ini menjadi pembelajaran bahwa kreatifitas tidak dilarang sepanjang moral dan etika dijunjung tinggi pelajaran ini berharga berpesan dunia digital membuat konten dampaknya tentu akan sangat besar maka memiliki keinginan," ucapnya.

Selain itu Ra Basih menyebut bahwa menunjukan kreatifitas ikut memberikan pemahaman edukasi terus komunikasi dengan tokoh jangan sampai pergaulan bebas terjadi pelanggaran etika tindak yang merusak moralitas 

"Semoga pembelajaran yang penting koperatif dalam persoalan hukum," harapnya. *(wahyu)*

Berita Terkait