KKB Dan OPM Resmi Jadi Group Teroris!

Militer Organisasi Papua Merdeka (OPM).

JAKARTA - Aksi kejam dan tidak berprikemanusiaan yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dan Organisasi Papua Merdeka (OPM) terhadap warga sipil yang tidak bersalah, akhirnya pemerintah memberikan label sebagai organisasi teroris.

BACA : https://advokasi.co/operasi-besar-besaran-di-papua-tni-siap-tangkap-seluruh-anggota-kkb

Selain dukungan tanda Label KKB dan OPM teroris dari Badan Intelijen Nasional (BIN), dukungan pemberian label KKB dan OPM Teroris juga disematkan oleh dua organisasi besar di Indonesia yakni NU dan Muhammadiyah.

BACA : https://advokasi.co/kepala-bin-papua-gugur-ditembak-kkb

"Pemerintah menganggap bahwa organisasi dan orang-orang di Papua yang melakukan kekerasan masif dikategorikan sebagai teroris."

Hal itu disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Kemenko Polhukam), Mahfud MD melalui keterangan tertulis yang diterima advokasi.co, Kamis (29/4/2021).

BACA : https://advokasi.co/ada-kontak-tembak-di-papua-satu-brimob-gugur

Menurut Mahfud, Keputusan pemerintah untuk memasukkan KKB dan OPM ke dalam kelompok teroris sesuai dengan Undang-Undang (UU) Nomor 5 Tahun 2018 tentang Perubahan atas UU Nomor 15 Tahun 2003 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 1 Tahun 2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme menjadi UU.

"Untuk itu, pemerintah sudah meminta kepada Polri, TNI, dan BIN (Badan Intelijen Negara) agar melakukan tindakan secara cepat, tegas dan terukur. Dalam arti jangan sampai menyasar ke masyarakat sipil," ujarnya.

BACA : https://advokasi.co/giliran-mau-diserang-teroris-tpnpb-opm-ngemis-cinta

Sebelumnya, Badan Intelijen Nasional (BIN) menilai aksi kejam yang dilakukan KKB terhadap warga sipil tidak bersalah sudah dapat dikategorikan sebagai teroris.

"Masuk kategori teroris sebab menyerang penduduk sipil," kata Deputi VII BIN, Wawan Hari Purwanto.

BACA : https://advokasi.co/bamsoet--habisin-dulu-kkb-ham-urusan-belakang

Hal senada pun dilontarkan oleh dua organisasi besar indonesia yakni Muhammadiyah dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sepakat pemberian label terhadap KKB dan OPM sebagai organisasi teroris.

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti menilai aksi KKB dan OPM selama ini meresahkan masyarakat Papua. Terlebih lagi, mereka ingin mendirikan negara sendiri dan memisahkan diri dari NKRI.

"Sesuai UU Terorisme, apa yang dilakukan KKB sudah dapat dikategorikan sebagai terorisme," katanya.

Sementara Ketua PBNU, Marsudi Suhud mengatakan, KKB dan OPM tujuan akhirnya jelas sama-sama ingin melawan dan menjadi musuh negara.

"Mau sebutannya apa saja, apa teroris, apa pemberontak, atau yang terkait itu, semua itu namanya musuh negara. Ketika disebut pemberontak atau teroris ya tidak lain judulnya itu adalah musuh negara," ujarnya.

Namun, Marsudi Suhud memberi contoh pilihan negara melawan dan meredam kelompok KKB dan OPM, seperti dua cara pendekatan yang sempat dilakukan oleh Presiden ke-2 Suharto yakni melalui pendekatan kekerasan, dan Presiden ke-4 RI Abdurahman Wahid menggunakan cara humanisme atau dialog untuk meredam kelompok kekerasan di Papua.

"Sekarang kan, KKB muncul terus. Tetap bawa bedil juga. Mau sebutannya apa tinggal bagaimana upayakan cara penanganannya? Ini cara penyelesaiannya bisa pakai Soeharto pakai kekerasan atau Gus Dur pakai humanisme, atau yang lain," ujarnya. (wahyu)