Kejari Pali Tetapkan Tersangka Pekerjaan Normalisasi Sungai Abab

Kejari Pali, Agung Arifianto dalam konferensi pers di aula Kejari Pali.

PALI - Pekerjaan normalisasi Sungai Abab tahun anggaran 2018 di Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (PUBM) menuai masalah.

Proyek yang menelan biaya sekitar Rp10 miliar tersebut ditaksir merugikan negara sekitar Rp 3,2 miliar.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Agung Arifianto dalam konferensi pers di aula Kejari Pali mengatakan, Tiga orang (Dua orang PNS dan Satu orang non PNS) ditetapkan menjadi tersangka oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Pali, Provinsi Sumatera Selatan dalam dugaan tindak pidana korupsi, Rabu (9/6/2021).

“Ketiganya berinisial SDH, JD, dan RN. Dua orang ASN di Dinas PUBM dan satu orang merupakan pegawai swasta. Meski sudah ditetapkan tersangka, namun ketiganya belum ditahan,” katanya.

Lanjutnya, dugaan tindak pidana korupsi, menyebabkan kerugian negara yang ditaksir mencapai Rp 3,2 Milyar.

“Hasil dari LHP Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang diperkuat dari inspektorat, kerugian ditaksir mencapai Rp 3,2 Milyar Dan sudah ada penyetoran ke kas Daerah (Kasda) Kabupaten Pali sebesar Rp 500 juta,” ungkapnya.

Masih kata Kajari Pali, sebanyak 36 saksi telah diperiksa terhadap dugaan tindak pidana korupsi pekerjaan Normalisasi Sungai Abab.

“Tentu, ini sebagai komitmen kami dalam program kerja seratus hari untuk mengungkap dan memberantas kasus korupsi di Kabupaten Pali.

Memang sedikit melampaui dari target kami 100 hari kerja. Namun, hal itu disebabkan penyelenggaraan Pemungutan Suara Ulang (PSU) dan Hari Raya Idul Fitri. 

"Kami berharap kerjasama semua pihak untuk menciptakan kabupaten Palii yang bersih dari korupsi,” jelasnya. (danu)

Berita Terkait