Istana Bakal Kirim Surpres Ke DPR

FIGUR : tiga calon panglima yakni (kiri) KSAD Jenderal Dudung Abdurachman, (tengah) KSAL Laksamana Yudo Margono, dan (kanan) KSAU Marsekal Fadjar Prasetyo. (foto : ist)

JAKARTA - Bursa calon Panglima TNI menghangat jelang berakhirnya masa jabatan Jenderal bintang empat Andika Perkasa (usia 58 tahun). Yakni akan memasuki masa pensiun pada 31 Desember 2022.

Tiga figur saat ini disebut-sebut berpeluang kuat menjadi penerus, yaitu KSAD Jenderal Dudung Abdurachman, KSAL Laksamana Yudo Margono, dan KSAU Marsekal Fadjar Prasetyo mempunyai kesempatan sama. Siapa bakal terpilih?

Merujuk UU TNI pasal 13 poin 4 Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia (UU TNI) menyebutkan, jabatan Panglima TNI sebagaimana dimaksud pada Ayat (3) dapat dijabat secara bergantian oleh perwira tinggi aktif dari tiap-tiap Angkatan yang sedang atau pernah menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan.

Kendati demikian, untuk pemilihan Panglima TNI merupakan hak prerogatif presiden. Bisa saja presiden tak mengacu pola rotasi karena pertimbangan-pertimbangan tertentu semisal kebutuhan militer, operasi multidimensi dan lainnya.

Sementara Surat Presiden (surpres) ihwal calon Panglima TNI bakal dikirim Istana pada Senin, 28 November 2022.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPR Indra Iskandar mengatakan, pengumuman resmi terkait Surat Presiden (surpres) Calon Panglima TNI Pengganti Jenderal Andika Perkasa yang akan diterima DPR RI akan diumumkan pada hari Senin (28/11/2022).

"Kesepakatan antara Ibu Ketua DPR dengan Pak Mensesneg itu akan disampaikan secara resmi pada tanggal 28 (November), hari Senin besok," katanya. (eko a)

Berita Terkait