Ipda Erwin Terbakar Hidup-hidup Saat Kawal Demo Mahasiswa Telah Tiada

Pers releas yang diterima advokasi.co terkait kabar meninggalnya Ipda Erwin Yudha Wildani yang terbakar hidup-hidup saat Kawal Demo Mahasiswa yang mengalami luka bakar di atas 64 persen itu membuat kaget berbagai kalangan masyarakat termasuk seluruh jajaran redaksi advokasi.co.

BANDUNG - Erwin Yudha Wildani, Anggota Bhabinkamtibmas Polsek Kota Cianjur yang mengalami luka bakar 64 persen di tubuhnya yang sempat menjalani perawatan di RS Polri Kramat Jati sebelum dirujuk ke Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), Jakarta Selatan dikabarkan meninggal dunia, pukul 01.30 WIB dini hari tadi.

Terbakarnya tubuh almarhum Ipda Erwin hidup hidup saat mengawal aksi demo mahasiswa di Kabupaten Cianjur beberapa waktu lalu sudah dibawa ke rumah duka di Jalan Mayor Harun Kabir RT 03 RW 11 Gang Pulo 6 Kabupaten Cianjur dari RSPP pada pukul 06.30 WIB, dan rencananya akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kabupaten Cianjur hari ini.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko dalam keterangan pers releasnya yang diterima advokasi.co mengatakan, innalillaaahi wa inna ilaihi raji'un. Telah gugur putra terbaik Polri Polda Jabar dalam melaksanakan tugas, Ipda Erwin Yudha Wildani, Senin (26/8/2019).

"Ipda Erwin Yudha Wildani (dinaikkan pangkatnya, sebelumnya Aiptu) meninggal dunia akibat luka bakar ketika melaksanakan tugas Polri pada pengamanan unjuk rasa di depan kantor pemerintahan Kabupaten Cianjur," ujar Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko.

Sementara Wakil Pimpinan Redaksi, Yodika Saputra mendengar kabar atas meninggalnya Ipda Erwin Yudha Wildani tersebut turut bersedih.

Menurutnya, Dedikasi pengabdian almarhum selama di kepolisian sangat tinggi. Bangsa dan Negara Indonesia telah kehilangan putra terbaiknya.

"Selamat jalan sahabat, semoga kebaikan pengabdianmu pada bangsa dan negara terutama di institusi polri selama ini Allah SWT akan membalasmu Surga," ujar Yodika Saputra.

Pemakaman bapak dua anak yang pengabdiannya untuk negara, masyarakat dan institusi Polri sudah 25 tahun 7 bulan ini akan dipimpin langsung Kapolda Jabar Irjen Rudy Sufahriadi.

Perlu diketahui, Aksi unjuk rasa anarki oleh sejumlah organisasi mahasiswa yang tergabung dalam OKP Cipayung Plus di antaranya DPC GMNI Cianjur, PC PMII Cianjur, HMI Cianjur, HIMAT, CIF di Cianjur, Jawa Barat pada Kamis (15/8/2019) yang di depan Pendopo Kabupaten Cianjur, di Kelurahan Pamoyanan, Cianjur lalu menjadi pergunjingan karena memakan korban luka sebanyak empat orang, yang merupakan anggota kepolisian.

Aksi damai itu berujung dengan pembakaran ban bekas. Namun, seseorang tiba-tiba melemparkan bensin, sehingga polisi yang terkena percikannya seketika tersambar api.

Tiga polisi mengalami luka bakar di atas 20 dan 40 persen, lalu dirujuk ke Bandung, sedang yang terparah, Aiptu Erwin 64 persen.

Akibat insiden itu, sejumlah mahasiswa ditangkap sebanyak 30 orang. Mereka akan dikenakan pasal berlapis di antaranya, Pasal 213 ayat (1) KUHP yang mengakibatkan anggota polisi terluka, dengan ancaman hukuman 8 tahun, atau hingga meninggal dunia dengan hukuman 12 tahun.

Selanjutnya, Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengab ancaman maksimal hukuman mati. (far)

Berita Terkait