Geliat Gunung Semeru, Statusnya Siaga

LUMAJANG - Semeru, Gunung tertinggi di Pulau Jawa yang memiliki ketinggian 3676 meter di permukaan laut (mdpl) di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur statusnya pada level III atau siaga.

Mengingat gempa letusan atau erupsi masih mendominasi. Untuk itu masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).

Masyarakat juga tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.

"Untuk pengamatan kegempaan tercatat 22 kali letusan atau erupsi dengan amplitudo 18-22 mm, dan lama gempa 70b- 110 detik."

Hal tersebut dikatakan petugas Pos Pantau Gunung Api (PPGA) Semeru Liswanto, Jumat, (25/10/2022) sekitar pukul 00.00-06.00 WIB.

Liswanto mencatat Gunung Semeru mengalami satu kali gempa embusan dengan amplitudo 2 mm dan lama gempa 35 detik, kemudian tiga kali gempa vulkanik Dalam dengan amplitudo 11-34 mm, dan dua kali gempa tektonik Jauh dengan amplitudo 9-20 mm.

Kemudian pengamatan enam jam berikutnya pada pukul 06.00-12.00 WIB masih terekam 19 kali gempa letusan dengan amplitudo 11-22 mm dan lama gempa 65 - 105 detik.

Liswanto menjelaskan aktivitas Gunung Semeru pada Kamis (24/11) periode pengamatan pukul 00.00-24.00 WIB tercatat sebanyak 82 kali gempa letusan dengan amplitudo 10-23 mm, dan lama gempa 35 - 139 detik.

"Gunung Semeru juga mengalami empat kali gempa embusan, satu kali gempa vulkanik dalam, tiga kali gempa tektonik jauh, dan satu kali gempa getaran banjir," katanya. (wahyu)

 

Berita Terkait