Eksekutor Pembunuhan di Sungai Tebu Ditangkap

MUARA ENIM - Kurang dari 1x24 jam, Tim Rajawali Sat Reskrim Polres Muara Enim berhasil meringkus tersangka utama pembunuhan di Sungai Tebu, Desa Muara Lawai, Kecamatan Muara Enim, Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan, Senin (17/08/2020).

Pada hari Minggu tanggal 16 Agustus 2020 sekira pukul 22.00 WIB Tim Rajawali Satreskrim Polres Muara Enim yang dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim AKP Dwi Satya Arian, SIK.,SH.,MH berhasil melakukan penangkapan pelaku utama Taufik Hidayat Alias Genjer yang sedang berada didalam rumah pelaku di Kampung II, Kelurahan Muara Enim, Kecamatan Muara Enim, Kabupaten Muara Enim.

Kapolres Muara Enim AKBP Donni Eka Syaputra SH.,SIK., MM melalui Kasat Reskrim AKP Dwi Satya Arian SIK,.SH.,MH membenarkan penangkapan tersebut.

Kasat Reskrim AKP Dwi Satya Arian menjelaskan kronologis singkat kejadian, berawal pada Minggu tanggal 16 Agustus 2020 Sekira pukul 00.01 WIB, pada saat itu pelaku Taufik Hidayat Alias Genjer sedang sedang duduk di Rel Kereta Api, Kelurahan Muara Enim.

Kemudian melintaslah pelaku berinisial DD (DPO) mengajak pelaku Taufik Hidayat Alias Genjer menuju kafe yang berada di Sungai Tebu, Desa Muara Lawai yang jaraknya lebih kurang 3 km dengan menggunakan satu unit sepeda motor Yamaha Nmax warna putih milik pelaku DD.

Setelah itu pelaku DD bersama dengan pelaku Taufik Hidayat Alias Genjer berhenti di warung kopi yang tidak jauh dari kafe Burnadi, dikarenakan melihat warung tersebut rame sehingga kedua pelaku langsung menuju Kafe Burnadi kemudian memarkirkan sepeda motor di depan kafe.

Kemudian pelaku Taufik Hidayat Alias Genjer bersama pelaku DD masuk ke dalam kafe, langsung memesan minuman jenis anggur merah, tetapi pesanan minuman kedua pelaku belum datang.

Selanjutnya korban Kori yang sudah berada di dalam kafe langsung mendatangi tersangka yang sedang duduk di kursi dan berkata kepada tersangka. “PAYO JER KITO BELAGO, UJINYO LA NGETOP NIAN KAMU DI PENJARO”, (ayo kita berkelahi, katanya kamu sudah tenar di penjara). Lalu pelaku menjawab “MAKMANO AWAK KANCE LALUPO NIAN MENTANG MENTANG LA MABUK” (kita kan teman masak mau berkelahi, la lupa apa, apa gara-gara sudah mabuk). Dijawab korban “PAYLAH KITE KE BELAKANG (ayo kita kebelakang)”. Pelaku menjawab: “PAYO” (ayo).

Korban menarik kerah baju pelaku mengajak ke belakang Kafe Burnadi dengan melintasi pintu samping kafe, pada saat berada di pintu, dikarenakan sempit korban Kori menyuruh pelaku Genjer keluar duluan sambil korban Kori mengeluarkan sebilah pisau dari pinggang.

Pada saat korban Kori hendak menusuk pelaku Genjer dengan pisau, pelaku Taufik Hidayat Alias Genjer menghindar dan merebut pisau yang dipegang oleh korban yang dalam keadaan mabuk.

Selanjutnya pelaku Taufik Hidayat alias Genjer menusuk korban Kori satu kali pada bagian pinggang sebelah kanan tetapi korban Kori masih sempat memukul pelaku satu kali mengenai mata sebelah kanan sehingga pelaku Taufik Hidayat Alias Genjer menusuk korban pada bagian ulu hati.

Selanjutnya datang teman pelaku berinisial DD (DPO) langsung berkata “KAMU NI BELAGE BUKAN NAK HEPI” (kalian berkelahi bukannya mau bahagia). Kemudian pelaku DD (DPO) memukul korban dengan menggunakan satu buah bambu ke arah kaki korban sebelah kiri.

Pelaku DD berkata "“KITO KETEMPAT HASAN BAE KITO DAMAIKE” (kita ketempat hasan saja, kita damaikan)". Kemudian pelaku DD menuju sepeda motor Yamaha Nmax warna putih,

"Sedangkan pelaku menarik korban Kori dengan cara merangkut dari sebelah kiri dari samping Kafe Burnadi menuju pinggir jalan. Kemudian korban Kori naik di atas sepeda motor Nmax warna putih pelaku Taufik Hidayat Alias Genjer langsung menyeyet leher korban sebanyak dua kali," jelas AKP Dwi Satya Arian.

Lanjutnya, dikarenakan Taufik Hidayat Alias Genjer takut banyak teman korban yang akan datang, kemudian pelaku Taufik Hidayat Alias Genjer mendorong korban Kori dari sepeda motor Nmax warna putih sehingga korban Kori jatuh terlentang di jalan.

Pelaku Taufik Hidayat Alias Genjer langsung menusuk korban Kori pada bagian atas ulu hati satu kali untuk memastikan korban Kori meninggal dunia, kemudian kedua pelaku langsung melarikan diri dari TKP.

Setelah mendapatkan informasi adanya kejadian pembunuhan tersebut, Kasat Reskrim Polres Muara Enim AKP Dwi Satya Arian, SIK,.SH,.MH bersama Tim Rajawali langsung melakukan oleh TKP dan langsung melakukan penyelidikan pelaku pembunuhan tersebut. Dan kurang dari 1x24 Jam Tim Rajawali Sat Reskrim Polres Muara Enim berhasil meringkus tersangka utama pembunuhan di Sungai Tebu.

Barang Bukti yang berhasil diamankan berupa satu bilah pisau jenis rencong bergagang tanduk beserta sarungnya, satu helai kaos warna putih lis merah yang digunakan pelaku Taufik Hidayat Alias Genjer, satu buah celana levis panjang warna hitam yang digunakan pelaku Taufik Hidayat Alias Genjer, satu buah celana levis pendek warna biru milik korban Kori, satylu helai kaos dalam warna hitam milik korban Kori, satu helai jaket milik korban dan satu buah celana dalam korban.

"Dari keterangan pelaku motif diduga dendam dikarenakan kedua pelaku dan korban pernah ribut sebelumnya," ucap Kasat Reskrim AKP Dwi Satya Arian.

Kasat Reskrim AKP Dwi Satya Arian, SIK.,SH.,MH menyebutkan pelaku utama Taufik Hidayat alias Genjer diringkus di rumahnya, saat tersangka hendak ditangkap, tersangka sempat melarikan diri dan bersembunyi di sekitar belakang rumahnya. Namun Tim Rajawali bergerak secara cepat dapat melumpuhkannya tanpa adanya perlawanan dari tersangka.

"Pelaku kita kenakan pasal Pembunuhan atau pengeroyokan menyebabkan matinya orang sebagaimana dimaksud dalam pasal 338 KUHP atau pasal 170 ayat 3 KUHP dengan ancaman penjara maksimal 15 tahun," tegasnya. (danu)