DPMPTSP Bangkalan Mulai Awasi CV. Ragil Barep Di Kamal

Kabid informasi dan pengendalian pelaksanaan penanaman modal Jemmy Tria Sukmana SE MM saat di lokasi CV.Ragil Barep(Dok:Wahyu/Advokasi.co)

BANGKALAN - Dinas Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTST) mulai aktif melakukan pengawasan kepada perusahaan yang masih belum lengkap perizinannya.

Salah satunya ialah CV. Ragil Barep yang terletak di kecamatan Kamal, dimana perusahaan ini bergerak dibidang suppliyer oksigen dan menjadi mitra dari Dinas Kesehatan Bangkalan, Senin (1/3/2021).

Kepala bidang informasi dan pengendalian pelaksanaan penanaman modal Jemmy Tria Sukmana SE MM yang turun langsung ke lokasi perusahaan tersebut mendapati bahwa ada 3 izin yang masih belum dimiliki oleh CV Ragil Barep.

"Ada 3 izin yang belum dikantongi oleh perusahaan ini di antaranya Sertifikat Laik Fungsi (SLF), Surat Pernyataan Pengelolaan Lingkungan (SPPL) dan Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) yang menyebabkan Nomor Induk Berusaha (NIB) belum aktif," ujarnya.

Ia juga mengatakan bahwa berdasarkan peraturan badan koordinasi penanaman modal RI nomor 14 tahun 2017, 3 hal tersebut harus dipenuhi oleh CV. Ragil Barep.

"3 hal tersebut harus dipenuhi oleh perusahaan tersebut dan untuk saat ini karena memang kita fungsinya hanya pengawasan maka kita tidak ada penindakan apapun hanya sekedar peringatan," pungkasnya.

Diawasi: penempelan stiker Diawasi: penempelan stiker

Kegiatan pengawasan ini diapresiasi oleh Abdurrahman Tohir selaku aktivis dan mantan anggota komisi D, dimana menurutnya perusahaan ini sudah bertahun-tahun beroperasi di Bangkalan.

"Saya mengapresiasi atas upaya yang dilakukan oleh DPMPTSP Bangkalan dalam melakukan tindakan tersebut, Saya berharap Pemerintah Bangkalan segera menutup permanen CV. Ragil Barep di Kamal yang bergerak dibidang supliyer oksigen, karena telah lama beroperasi dan tidak melengkapi administrasi perijinannya, sehingga menurut saya CV. tersebut Illegal," ucapnya.

Abdurrahman juga berharap agar Dinkes Bangkalan mengevaluasi kontrak kerjasama dengan perusahaan ini.

"Kemudian Dinkes Bangkalan segera memutuskan kontrak kerjasama pengadaan oksigen di puskesmas puskesmas yang selama ini di supply oleh CV. Ragil Barep ini," tuturnya. (Wahyu)