Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang Menggelar Pendampingan Sosialisasi Kurikulum Merdeka Mandiri

SAMPANG - Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang Menggelar Pendampingan Sosialisasi kurikulum merdeka mandiri Jenjang sekolah Dasar negeri Guru kelas 1, 4, dan guru (PABP) Pendidikan agama budi pegerti dan Guru (PJOK) Pendidikan Jasmani dan olahraga di aula dinas Pendidikan Kabupaten Sampang, Kamis (21/7/2022).

Dalam Kegiatan tersebut di buka langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang Edi Subinto, dan dihadiri oleh Kepala Bidang Sekolah Dasar lmron, serta di ikuti oleh 200 peserta guru kelas 1,4, (SD) sekolah Dasar dan guru PABP dan guru PJOK.

Kepala Dinas Pendidikan kabupaten Sampang Edi Subinto, S. Pd, MM dalam sambutannya mengatakan bahwa kurikulum merdeka mandiri ini sangat mudah untuk diterapkan.

Karena menurutnya sudah ada tatanannya murid harus bagaimana, guru harus bagaimana, kepala sekolah harus bagaimana, pengawaspun harus bagiamana ini sebelumnya sudah tertata tapi kata kunci ada di guru managerial utamanya ada di guru karena ketika kita menerapkan kurikulum ini guru yang paling terdepan," katanya.

"Jadi ketika guru bisa menjadi manager di dalam kelasnya serta menjadi tanggung jawab yang penuh dan akan berentetan dengan tingkat sekolahnya yang kami  fahami tidak seperti kurikulum ketiga belas. karena kurikulum ketiga belas dari atas ke bawah, jadi kurikulum merdeka ini bisa dari bawah ke atas karena guru tau persis muridnya," terangnya.

Rancang bangun kurikulum yang akan kita buat ini harus didasarkan pada kondisi murid jadi tidak bisa bawaannya berangan-angan kemudian ditulis karena perubahan dari kurikulum tersebut. kecapean belajar ini bisa dilakukan ketika guru memahami bagaimana kondisi murid sendiri.

Sehingga, kata Edi Subinto, kita tidak bisa ber-andai-andai dalam kurikulum yang sebenarnya jadi ini yang harus kita pahami bersama, bisa jadi dikelas satu dan kelas dua kita melihat kurikulum yang sebenarnya karena ingin mengenal huruf A-Z baru selesai kelas dua, Namun  Masyarakat kita gak seperti itu yang diinginkan," imbuhnya.

Maka guru berusaha bagaimana dikelas ini kemampuan membaca dan menulis pada muridnya maka dari itu dikurikulum merdeka belajar ini belum tentu cari sistem bersamaan apa yang perlu di kedepankan untuk didahulukan,"

Jadi gambarannya kalau dulu guru bisa mengejar output nya sajak, ketika mengajarkan anak bidan desa menjawab pertanyaan selesai sudah itu belajarnya output, tetapi sekarang ini tidak cukup dengan output namun yang diharapkan kurikulum sekarang ini bisa input dan hasilnya jelas dampaknya kelihatan yang membuatbisa dirasakan guru dan muridnya," harapannya. (hari)

Berita Terkait