Dinas Kesehatan dan Gelar Sosialisasi Audit Kasus Stunting

SAMPANG - Pemerintah Daerah Kabupaten Sampang melalui Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana menggelar sosialisasi pelaksanaan audit kasus stunting bertempat di Aula Bappelitbangda, Rabu (27/7/2022).

Nampak hadir di acara tersebut diantaranya Wakil Bupati Sampang H. Abdullah Hidayat sekaligus sebagai Ketua Tim Percepatan Penurunan angka Stunting (TPPS), Ketua TP-PKK Sampang Hj. Mimin Slamet Junaidi, Kepala Dinas Kesehatan dan Kb. H. Abdulloh Najich, Kepala Bappelitbangda H. Ummi Hanik Laila, dan undangan lainnya.

Kepala Dinas Kesehatan dan Kb. dr. Abdulloh Najich, dalam sambutannya mengatakan, kegiatan sosialisasi dan edukasi soal pencegahan stunting harus digencarkan supaya kasus gangguan tumbuh kembang anak akibat kekurangan gizi kronis itu bisa terus menurun sehingga dari aspek promotif, edukasi, sosialisasi bagi ibu-ibu hamil harus terus digencarkan sehingga meningkatkan pemahaman untuk pencegahan stunting.

"Sosialisasi stunting ini dilakukan agar supaya bisa menedintifikasi resiko dan penertiban pada kelompok sasaran berbasis dari sumber data jadi bisa mencari penyebab terjadinya kasus stunting agar mengetahui serta melakukan upaya  pencegahan terjadinya kasus yang serupa hal demikian nantinya bisa menurunkan angka stunting di Kabupaten Sampang," ujarnya.

dr. Abdulloh Najich mengungkapkan, untuk saat ini yang perlu kita ketahui bahwa penurunan stunting secara nasional pada tahun 2021 adalah empat belas persen sedangkan kondisi stunting dikabupaten Sampang tahun 2022 masih tujuh belas persen.

"Artinya lanjut dr.Abdulloh Najich, sehingga perlu terus bergerak membentuk tim audit stunting di Kabupaten Sampang ini agar supaya nanti dalam perjalanannya kita bisa lebih bagus dalam  pelaksanaannya," ungkapnya.

Ditempat yang sama, Wakil Bupati Sampang H. Abdullah Hidayat dalam sambutannya menyampaikan ucapkan selamat dan apresiasi atas terbentuknya tim audit stunting Kabupaten Sampang.

"Semoga dengan adanya tim ini kita dapat mempercepat penurunan kasus stunting dikabupaten Sampang," ujarnya.

Maka dari itu sosialisasi ini tidak hanya dilatar belakangi oleh komitmen artinya agar Kabupaten Sampang bebas dari penyakit stunting tetapi juga demi memenuhi target empat puluh persen penurunan stunting nasional sebagaimana tercantum dalam peraturan presiden nomor 72 tahun 2021.

Dalam kesempatan yang baik dan penuh barokah ini, pihaknya berharap dengan terbentuknya tim audit kasus stunting dikabupaten Sampang.

Pihaknya berpesan kepada Stekholder serta dinas terkait untuk memperhatikan kasus stunting agar masa depan bangsa khususnya masyarakat Sampang ini tidak terjadi jadi menurutnya stunting bukan karena pendek orangnya namun ditingkat kecerdasan bisa dikatakan stunting, maka itu sudah menjadi tugas dan tanggung jawab kita bersama sebagai steakholder atau dinas terkait serta audit kasus stunting dikabupaten Sampang ini," terangnya.

Kita berharap persentasinya menurun dimana tahun 2022 ini kasus stunting di Kabupaten Sampang ini mencapai tujuh belas persen ditingkat nasional dan empat belas persen ditingkat provinsi jadi sembilan belas persen artinya kita di Kabupaten Sampang pada tahun 2022 ini aman dibandingkan ditingkat provinsi. Tetapi kita mempunyai suatu target dimana target ini mempunyai suatu proses mencapai sebuah kesuksesan di kasus stunting ini maka dari itu kita mengadakan suatu audit kasus stunting.

"Syukur Alhamdulillah sekarang ada tim audit stunting sudah terbentuk kita akan bekerjasama untuk memenuhi persentasi penurunan stunting dikabupaten Sampang," ujarnya. (hari)

Berita Terkait