Bupati Sampang Gelar Safari Ramadhan Demi Membangun Kebersamaan

Bupati Sampang beserta tokoh agama saat safari Ramadhan(DOK:Hari/Advokasi.co)

SAMPANG - Pemerintah Kabupaten Sampang menggelar Safari Ramadhan setelah pada tahun sebelumnya tidak dilaksanakan karena Pandemi Covid-19.

Pada hari pertama, Safari Ramadhan dilakukan di Masjid Ar-Rohmah, Desa Temoran, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, Jumat(16/4/2021).

Hadir dalam kesempatan tersebut diantaranya Bupati Sampang H. Slamet Junaedi, Kapolres Sampang AKBP Abdul Hafidz, Dandim 0828/Sampang Letkol Arm Mulya Yaser Kalsum, Ketua DPRD Sampang Fadol, forkopimda, Kepala OPD, dan Forkopimcam Omben, Kepala Desa serta Tokoh Agama dan Masyarakat Omben.

Kegiatan tersebut di mulai dengan pemberian santunan kepada anak yatim, kaum dhuafa serta guru ngaji dan juga kepada takmir Masjid Ar-Rohmah di Desa Temoran dan dilanjutkan dengan buka puasa bersama.

Bupati Sampang H. Slamet Junaidi dalam sambutannya menyampaikan bahwa Safari Ramadhan merupakan rangkaian kegiatan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang untuk menyerap aspirasi dari masyarakat.

"Jadi Momentum ini sebagai silaturahmi serta sebagai bentuk komitmen pemerintah untuk berbaur dan menyapa seluruh lapisan tokoh masyarakat demi kokohnya harmonisasi sosial yang harus di jalankan," ujarnya.

Selain itu ia menjelaskan jika kegiatan safari Ramadhan merupakan kegiatan rutin tahunan yang tidak hanya sekedar digelar dengan seremonial buka puasa bersama melainkan untuk bertatap muka langsung dengan masyarakat dari berbagai kalangan dan menyerap aspirasi mereka.

Pihaknya juga menyampaikan bahwa pada tahun sebelumnya Pemkab Sampang harus absen melakukan Safari Ramadhan dikarenakan Pandemi Covid-19.

"Alhamdulillah untuk tahun ini sekalipun masih di masa Pandemi Covid-19, pihaknya berkeinginan untuk tetap digelar kegiatan Safari Ramadhan sebagai sarana bersilaturahmi dengan masyarakat dan ulama di seluruh kecamatan yang ada kabupaten Sampang ini.

“Dengan demikian pihaknya berharap agar semakin erat kebersamaan dengan para tokoh agama dan masyarakat karena tanpa keterlibatan semua pihak, kami tak akan bisa membangun Kabupaten Sampang seorang diri,” pungkasnya. (Rido'i/Hari)