Abidin Fikri : Vaksinasi di Desa Mojoranu, Stok Vaksin Harus Terjaga

Vaksinasi di desa Mojoranu kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro(DOK:ist/Advokasi.co)

BOJONEGORO - Untuk mempercepat terciptanya kekebalan kelompok (herd immunity) melalui cakupan vaksinasi di Kabupaten Bojonegoro, Anggota Komisi IX DPR RI, H. Abidin Fikri, S.H.,M.H. menggelar vaksinasi di lokasi ke empat di Balai Desa Mojoranu, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Sabtu, (02/10/2021).

Abidin menyoroti stok vaksin yang mesti terjaga ketersediaannya di Bojonegoro, sehingga agenda vaksinasi semakin massif dan dapat terus berlangsung di pelosok desa-desa. “Akses vaksinasi harus didekatkan kepada masyarakat, sehingga memudahkan masyarakat untuk memperoleh vaksinasi,” ujar Abidin yang juga saat ini menjabat Ketua DPC PDI Perjuangan Bojonegoro.

Saat ini dari target sebanyak 1.025.995 orang sasaran vaksin di Bojonegoro, capaian dosis pertama 372.513 atau 36,3% target. Sedangkan untuk vaksinasi dosis kedua mencapai 174.626 atau 17% target.

Abidin menghimbau agar informasi terkait pentingnya vaksinasi, keamanan vaksin dan protokol kesehatan harus terus disosialisasikan untuk meningkatkan kemauan masyarakat desa untuk divaksin.

Perkembangan Covid -19 per 1 Oktober 2021 di Bojonegoro - angka Komulatif 6.916, sembuh 6.288 orang, meninggal dunia 621 orang, kasus aktif 67 orang, keterisian tempat tidur RS di angka 23 orang atau hanya 4,87%. “Berdasarkan enam indikator assessment dari Kementerian Kesehatan RI per 26 September 2021 - Kabupaten Bojonegoro masuk kategori level 1,” jelas Abidin.

Untuk diketahui Kementerian Kesehatan telah merilis enam indikator assessment yang terbagi menjadi kategori transimisi komunitas dan kapasitas respons. Untuk trasmisi komunitas antara lain kasus konfirmasi per 100.000 penduduk, rawat inap rumah sakit per 100.000 penduduk, angka kematian per 100.000 penduduk. Sedangkan kapasitas respons terdiri dari testing – persentase positive rate per pekan, penelusuran – rasio kontak erat/kasus konfirmasi per pekan dan perawatan – bed occupancy rate (BOR) per pekan.

Lebih lanjut Abidin menjelaskan, “namun berdasarkan Instruksi Mendagri (Inmendagri) Nomor 43 Tahun 2021, kabupaten Bojonegoro masuk kriteria PPKM Level 2. terdapat indikator tambahan agar penurunan level Kabupaten/Kota dari level 2 (dua) menjadi level 1 (satu), dengan capaian total vaksinasi dosis 1 (satu) minimal sebesar 70% (tujuh puluh persen) dan capaian vaksinasi dosis 1 (satu) lanjut usia di atas 60 (enam puluh) tahun minimal sebesar 60% (enam puluh persen),” jelasnya.

Abidin berpesan sekaligus mengapresiasi berjalannya kerja bersama antara mitra Komisi IX DPR RI, kementerian kesehatan RI, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro, tenaga kesehatan dan DPC PDI Perjuangan Bojonegoro. “Mari kita jaga kelangsungan kerjasama yang baik ini, sehingga vaksinasi di Bojonegoro dapat terus dimasifkan,” ajak Abidin. (Wahyu)

Berita Terkait